Media sosial terlalu interaktif, banyak pertimbangan yang harus dituliskan apalagi saat melihat follower maupun akun pertemanan. Blog menjadi ruang yang lebih hening walaupun pada dasarnya tetap bisa dilihat banyak orang, blog ibaratnya rumah pribadi ! 💞
Selain itu, saya juga terinspirasi dari sebuah buku yang baru saja 2 hari kemarin saya baca, yaitu buku seorang anak usia 9 tahun yang sempat viral di bulan September. Buku itu judulnya adalah "Mengapa Aku Harus Membaca" .
Intinya saya merasa malu dengan si adik penulis, bahwa bacaan saya masih sangat sedikit dan yang paling miris lagi adalah saya kurang menulis. Sehingga kadang saya berpikir, sepertinya ada yang hilang dari diri saya selama beberapa tahun terakhir. Apa itu? MENULIS !!
Di buku ini dikatakan, ibarat sebuah gelas, jika otak kita isi terus dengan air dalam hal ini bacaan maka lama-lama air bisa tumpah, atau otak bisa meledak. Ya, benar sekali !
Dulu saat masih rutin menulis blog disini :
pumi2008blog.wordpress.com (sayangnya blog ini sudah saya hapus karena isinya kebanyakan curhatan 😆), ada rasa nyaman setiap menyalurkan sebuah tulisan walaupun mungkin tulisan sifatnya remah-remah, tapi tidak terlalu peduli karena menulis di blog sendiri. Berbeda tentunya saat menulis di media sosial, akan ada ribuan orang melihat atau beberapa orang yang like/comment. Memang ada rasa senang saat berinteraksi, namun hal itu berbeda dengan menulis sudut pandang di rumah sendiri.
Terkait dengan hal ini juga, menyempatkan menulis di blog secara tidak langsung menjadi salah satu cara saya untuk memanage waktu. Daripada scrolling sosial media hingga larut malam, rasanya akan lebih menyenangkan jika melakukan riset dan menuliskannya, ah ini yang rasanya saya rindukan 😁
Oh ya, menulis di blog secara tidak langsung menyimpan rekam jejak. Berbeda sensasi dengan sosial media seperti FB dan IG, walaupun tentu saja tetap harus mengikuti etika menulis dengan bahasa yang sopan serta menjaga privacy tetap aman. Saat menulis blog, tetap ada keinginan di dalam diri : membuat tulisan yang bermanfaat dan menjadi amal jariyah.
Pernah juga kan kita membaca artikel tentang : menulis adalah salah satu terapi yang menyehatkan jiwa.
Saya menyetujui hal ini. Coba cek disini artikel yang membahasnya :
Kalau dari hasil talents mapping, saya sendiri memiliki personal branding sebagai journalis dan marketer (yang paham talents mapping pasti paham makna branding di atas), dan hal itu membuat saya rasanya lega ketika bisa melaporkan sebuah kejadian dalam suatu tulisan. Tapi lagi-lagi saya berpikir, ga mungkin dong setiap hari saya harus laporan tulisan kejadian di sosmed fb dan ig karena kesannya "kok ya eksis banget" 🙄
Di sosmed juga menulisnya terbatas dan ga bisa panjang gaesss... Rasanya ga puas.
Jadi, saya akhirnya tetapkan untuk kembali menulis di blog, dan memilih blogger sebagai wadahnya. Semoga konsisten *ngomong ke diri sendiri 😘
Oh ya, saat ini karena saya benar-benar ingin lebih tau teori tentang menulis di blog dan hal-hal menarik di dalamnya, saya mengikuti kelas kulwap "Kelas Ngeblog Seru" bimbingan mbak Naqiyyah Syam (Pasti udah pada tahu kan dengan beliau).
Gambar ini saya ambil dari akun IG beliau ya :
Karena kelas sedang berlangsung, saya sekaligus mempraktikkan untuk menulis di blog saya ini.
Oh ya satu lagi, dulu saya pernah lomba blog mengenai review produk body care dan menang, nah pengalaman itu menjadi suatu hal yang menyenangkan (bukan tentang kompetisinya ya, tapi seru bisa menyalurkan tulisan menjadi suatu karya yang bermanfaat dan tentunya mendapat hadiah 🤣). Jadi, salah satu motivasi lain selain menyalurkan hobi menulis tentunya ingin memicu diri ini supaya tulisan saya menjadi sebuah karya yang bermanfaat bagi banyak orang.
Kalau kamu sendiri, apa alasanmu menulis blog? Atau apa alasanmu kembali menulis di blog?
Sekian tulisan ke-3 ini. Semoga bermanfaat ✍️
Tidak ada komentar:
Posting Komentar