Melatih Kecerdasan Finansial Anak Part 3

Bismillah masih lanjut postingan hari ke-3 tentang melatih kecerdasan finansial anak. 

Masih berkaitan dengan kegiatan tadi pagi bermain teselation puzzle, maka setelah dia tenang dari merajuknya, saya coba selipkan aspek mengelola keuangan dengan memulih barang sesuai dengan kebutuhannya. 

Saya mulai tadi dengan percakapan kepada fifah sambil dia main puzzle. Kebetulan puzzle ini memang baru beberapa hari lalu saya belikan. 

S : Fifah senang ga main puzzle ini?
F : Senang 
S : Menurut fifah, bermanfaat ga mainan ini buat fifah?
F : Iya lah. Fifah kan jd bisa belajar bikin bwntuk-bentuk.

S : Nah, itulah kenapa bunda saat ini belikan fifah mainan ini. Mainannya dari kayu. Bukan mainan plastik. Kira-kira mwnurut kk, kenapa bunda lebih senang yg kayu dr yg plastik?

F : Karena apa fifah ga tau?
S : Karena mainan kayu lebih tahan lama. Bisa dipake adek nanti. Nah itu jg jadi bentuk bunda mengelola keuangan. 
F : Nanti kan dia rusak juga bunda?
S : Tentu yg namanya barang akan rusak, tapi kita harus liat tujuan dan fungsinya juga. Mainan ini bunda anggap berguna banget di usia fifah, ga bisa ditunda karena lagi pas banget dg usia fifah dan kebutuhan fifah. 
F : Kalau mainan yang plastik2an itu?
S : bunda anggap kakak sudah banyak, dan rata2 kan mainan masak2an. Kita kan bs ganti dg beneran masak di dapur.
F : Nanti fifah dbelikan apalagi ndah?
S : yeeeee ga setiap saat beli mainan. Diliat dulu fungsinya apa. Hehehe. 

Begitulah kira-kira obrolan ringan kami tadi saat bermain bersama tadi. 



Sekian dulu setoran tugas malam ini. Mari kita pikirkan tugas besok 😂

#hari3
#tantangan10hari
#gamelevel8
#kuliahbundasayang
@institutibuprofesional






Bermain Tesselation Puzzle


Alohhaa... Assalamualaikum. 
Mau menulis kejadian seru pagi ini. 



Kalau liat foto ini, kesannya manis banget yekan duduk manis diem 😆

Padahal, taukah anda, bahwa ini dia tadi lagi ngambek sama ayahnya yang dari kemarin pagi sibuk sebagai panitia sebuah acara sampai minggu besok. Pergi pagi pulang malam (untung ga setiap saat, ga setiap minggu 🤣).

"Mestinya ayah itu sabtu minggu libur main sama fifah" dan dia ngamuk bahkan sampe mandi pagi pun nangis 😬😬😬

Ya Allah nak, kita sudah pernah lho di fase ditinggal ayah 2 minggu kerja 2 minggu off, tapi di fase itu fifah blm bisa ngambek karena masih kecil banget 😄

Disinilah emaknya akhirnya ngasih wejangan bahwa ada kalanya kita harus mengikuti aturan, ga bisa semau-maunya kita. Contohnya kondisi ayah sekarang yang lagi sekolah.

Tapi emaknya terharu juga sih, setidaknya menambah keyakinan saya bahwa  bonding dia dan ayahnya insya Allah kuat.
Karena dia tau bahwa ada waktu khusus antara mereka berdua, dan dia tau "beda" feelnya antara ayah lagi standby di rumah atau enggak.

Dan akhirnya dia milih main ini aja. Kelihatan sepele tapi bermain dg material ini bermanfaat untuk sensorik dan motorik (halus) juga lho. Pengenalan awal berbagai bentuk geometri.  Dan pastinya melatih konsentrasi. Kalau saya sendiri melihatnya juga bikin anak lebih rileks. Bisa dia kreasikan sendiri bentuknya atau mengikuti pattern yang ada. ❤️❤️



(Idealnya pattern2 itu dikelompokkan sesuai jenisnya sehingga anak lebih mudah memilihnya, berhubung belum ada kotaknya jadi masuk 1 wadah aja 😬)

*nulis status sambil rehat, karena anak lagi makan eskrim 🤣


#tesselation
#sensorialarea
#montessoriinspired
#idebermainafifah
#sharingislearning



Melatih Kecerdasan Finansial Anak Part 2

Assalamualaikum, masih semangat dan terus semangat. 

Hari kedua tantangan di game level 8 masih berlanjut walaupun saya sebagai fasilitator anak jujur merasa sangat mikir keras untuk mengajak anak berpartisipasi dalam aktivitas ini. Baiklah, kita langsung saja mulai ya. Berdasarkan materi dari IIP Bunda Sayang, ada 5 hal yang akan kita kerjakan ke anak salah satunya adalah mengenalkan apa itu kebutuhan dan apa itu keinginan. Gimana caranya? apakah cukup dengan obrolan? hmmm saya rasa ga cukup, harus dengan role play.

Jadi hari ini fifah mengajak main princess-princessan lalu saya bilang, saya mau jadi penjual dan dia jadi pembeli. Saya jelaskan singkat tentang konsep kebutuhan dan keinginan. 

S : "Nah kak, bunda mau ajak kakak latihan, seandainya kakak adalah seorang princess, kakak punya baju tapi kusut karena setrika kakak rusak, lalu kakak punya buku (sambil menunjuk rak bukunya) tapi ga ada yang baru dan kakak kepengen baca buku baru, lalu kakak juga kepengen banget makan apel padahal di kulkas ada mangga..... Kakak punya duit cuma selembar ini, dan cuma bisa beli 1 gak bisa beli ketiganya, kira-kira kakak akan beli yang mana?".

pilihan barang yang harus dia beli


F : Fifah mau beli tiga-tiganya aja bunda

S : Lho kan duit kakak ga cukup. Cuma ada selembar ini

F : Hmmm fifah mau beli buku aja bundaaa, fifah lebih suka bukuuuuu

S : Lho, baju kakak tapi kusut lho? gimana coba?

F : aduhhh, fifah tapi kan lebih senang baca. ya sudah-ya sudah, fifah beli dua-duanya ya bunda...

Sepertinya memang belum tersentuh dia, atau mungkin pembandingnya terlalu jomplang antara setrika, apel dan buku. Anak usia segini memang pikirannya terpusat pada diri dia dan keinginannya hihihi jadi sangat wajar menurut saya akhirnya dia tetap kokoh memilih beli buku.

But insightnya bukan itu, setidaknya dia sudah belajar mengenal apa itu pilihan. Sama seperti selama ini saat memilih baju sendiri sehabis mandi, nah kegiatan seperti ini bisa dibiasakan untuk terus dilatih. Misal saat ke superindo saat dia minta belikan balon atau tini wini biti hihihi. 

i love you nak, we never stop learning :D

Sekian cerita hari ke 2 kami, mari kita lanjut perjalanan besok. 

#hari2
#gamelevel8
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional